Minggu, 16 Maret 2008

toxoplasmosis

PENDAHULUAN
Toxoplasmosis adalah Penyakit hewan dan manusia yang akut atau kronis, tersebar luas, disebabkan oleh Toxoplasma Gondii dan ditularkan oleh ookista pada kotoran kucing. Sebagian besar infeksi pada manusia bersifat asimtomatik. Bila gejala muncul, akan berkisar dari penyakit ringan dan sembuh sendiri yang menyerupai mononukleosis hingga penyakit fulminan dan diseminata yang dapat membahayakan otak, mata, otot, hati dan paru. Manifestasi berat terutama terlihat pada penderita yang imunitasnya terganggu dan pada janin yang terinfeksi melalui transplasenta sebagai akibat dari infeksi maternal. Korioretinitas bisa berkaitan dengan semua bentuk, tetapi biasanya merupakan sekuele akhir penyakit kongenital.(kamus saku kedokteran Dorland EGC)

Toxoplasmosis merupakan penyakit zoonis yaitu penyakit hewan yang ditularkan kepada manusia. Penyakit ini disebabkam oleh Toxoplasma Gondii, yaitu parasit yang banyak terinfeksi pada manusia dan hewan. Penularan kepada manusia dari hewan seperti kucing, anjing atau hewan ternak lain.

Saat ini setelah siklus hidup toxoplasma ditemukan, maka diharapkan mudah melakukan pencegahan.Toxoplasmosis lebih mudah ditemukan karena adanya antibodi IgM dan IgG dalam darah penderita. Diharapkan dengan cara diagnosis maka pengobatan penyakit ini menjadi lebih mudah dan lebih sempurna, sehingga pengobatan yang diberikan dapat sembuh sempurna bagi penderita. Dengan jalan tersebut diharapkan insidensi keguguran, cacat konginetal, dan lahir mati dapat dicegah sedini mungkin. Pada akhirnya kejadian kecacatan pada anak dapat dihindari dan menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.


ETIOLOGI
Sebenarnya toxoplasma termasuk dalam kelompok parasit bersel tunggal (protozoa) dengan nama lengkap Toxoplasma gondii. Sejauh ini siklus perkembangbiakan toxoplasma hanya meneliti dalam usus kucing dan sebangsanya (harimau, singa, kucing hutan dan hewan lain yang termasuk keluarga kucing felidae.) Seekor kucing yang terserang toxoplasmosis akan mengeluarkan telur (ookista) toxoplasma pada waktu tertular untuk pertama kalinya. Inipun hanya berlangsung beberapa hari saja. Ookista ini keluar dari tubuh kucing yang sakit bersama kotorannya (feces). Jadi hanya kucing sakit akibat terserang toxoplasmosis saja yang kotorannya mengandung berjuta-juta telor toxoplasma. Ookista yang ada dalam kotoran kucing yang mengering akan terbang tertiup angin dan kemudian menempel pada rumput, daun, buah, batu, kayu, tanah dan tempat2 lain. Bisa juga pada saat turun hujan, kotoran kucing dengan ookista ini akan ikut aliran air dan menyebar ke segala penjuru. Ookista ini mampu bertahan hidup hingga 18 bulan dalam tanah. Kemudian hewan ternak seperti sapi, kambbing, domba, kerbau, juga burung dan tikus memakan rumput, daun, buah, air, atau apa saja yang tercemar oleh telur toxoplasma.
Manusia juga dapat tertular toxoplasma. Karena dalam tubuh hewan selain kucing, ookista akan berubah bentuk menjadi kista yang mampu berkembang di dalam jaringan tubuh. Penularan pada manusia bisa terjadi melalui 3 cara yaitu :
1. melalui plasenta dari ibu hamil pada janin yang dikandungnya
2. tertular secara langsung akibat ookista yang termakan secara tak sengaja, misalnya lewat air yang tercemar, tangan atau alat makan yang tercemar oleh ookista toxoplasma.
3. tertular secara tak langsung yaitu karena memakan daging hewan (sapi, kambing, ayam, burung, kelinci dll) yang terinfeksi, karena daging yang mengandung toxoplasma dalam bentuk kista tidak dimasak dengan sempurna.
Apabila seorang yang hamil telah terinfeksi penyakit ini,maka kemungkinan untuk tertular kepada janin sekitar 40-50%. Atau juga dapat menyebabkan keguguran. Kalaupun melahirkan, bayi yang dilahirkan dapat mengalami masalah kesehatan berupa cacat kengiental saperti pembesaran hati dan limpa, kekuningan pada kulit dan mata, infeksi berat pada mata dan lain sebagainya.
MANIFESTASI KLINIS
Toxoplasma Gondii yang tertelan melalui makanan akan menembus epitel usus dan difagositosis oleh makrofag atau masuk ke dalam limfosit yang mengakibatkan terjadinya penyebaran limfogen. Toxoplasmosis Gondii akan menyerang seluruh sel berinti, membelah diri dan menimbulkan lisis, sel tersebut destruksi akan berhenti bila tubuh telah membentuk antibodi. Pada alat tubuh seperti susunan syaraf dan mata, zat ini tidak dapat masuk karena ada sawar (barier) sehingga destruksi akan terus berjalan.

Umumnya infeksi toxoplasmosis gondii ditandai dengan gejala seperti infeksi lainnya yaitu demam, malaise, nyeri sendi, pembengkakan kelenjer getah bening (toxoplasmosis limfonodosa scuta). Infeksi yang ,mengenai susunan syaraf pusat menyebabkan encephalitis (toxoplasma ceebralis akuta). Parasit yang masuk dalam otot jantung menyebabkan peradangan.Lesi pada mata akan mengenai khorion dan retina menimbulkan irridosklitis dan khoriditis (toxoplasmosis ophital mica akuta). Bayi dengan toxoplasmosis congenital akan lahir dengan kecacatan organ dalam.


PEMERIKSAAN
.Penyakit ini bisa menular ke manusia akibat termakannya spora Toxoplasma gondii. Misalnya makan daging mentah yang mengandung telur (ookista) toksoplasma atau sayuran yang terkontaminasi telur ini. Parasit ini sendiri bisa berbiak di semua mamalia, seperti ternak atau hewan peliharaan (anjing, kucing dan burung). Sayangnya infeksi toksoplasma ini di sebagian besar kasus tidak menunjukkan gejala yang jelas. Oleh karenanya pemeriksaan laboratorium semacam TORCH sangat dianjurkan sebelum memulai kehamilan, atau minimal di saat awal kehamilan. Bila ditemukan hasil positif, harus dilakukan terapi sampai sembuh terlebih dahulu sebelum melanjutkan kehamilan.

Indikasi infeksi pada janin bisa diketahui dari pemeriksaan USG, yaitu terdapat cairan berlebihan pada perut (asites), perkapuran pada otak atau pelebaran saluran cairan otak (ventrikel). Sebaliknya bisa saja sampai lahir tidak menampakkan gejala apapun, namun kemudian terjadi retinitis (radang retina mata), penambahan cairan otak (hidrosefalus), atau perkapuran pada otak dan hati.

Pemeriksaan awal bisa dilakukan dengan pengambilan jaringan (biopsi) dan pemeriksaan serum (serologis). Umumnya cara kedua yang sering dilakukan. Pada pemeriksaan serologi akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui
adanya reaksi imun dalam darah, dengan cara mendeteksi adanya IgG (imunoglobulin G), IgM, IgA, IgE. Pemeriksaan IgM untuk ini mengetahui infeksi baru. Setelah IgM meningkat, maka seseorang akan memberikan reaksi imun berupa peningkatan IgG yang kemudian menetap. IgA merupakan reaksi yang lebih spesifik untuk mengetahui adanya serangan infeksi baru, terlebih setelah kini diketahui lgM dapat menetap bertahun-tahun, meskipun hanya sebagian kecil kasus.


PENGOBATAN
Saat ini pengobattan yang terbaik adalah kombinasi pyrimethamine dengan trisulfapyrimidine. Dosis yang dianjurkan untuk pyrimethamine ialah 25-50 mg sehari selama sebulan dan trisulfapyrimidine dengan dosis 2000-6000 mg sehari selama sebulan. Namun memiliki efek samping leukopenia dan trombositopenia.
Spiramycin merupakan obat pilihan yang kurang memiliki efek samping meskipun kurang efektif. Dosis spiramiycin yang dianjurkan adalah 2-4 gram sehari yang dibagi dalam 2 atau 4 kali pemberian. Pada ibu hamil trimester pertama dengan Spiramycin 2-3 gram sehari selama seminggu atau 3 minggu kemudian disusul 2 minggu tanpa obat. Demikian berselang seling sampai sembuh.


PENCEGAHAN
Beberapa cara pencegahan terhadap toxoplasmosis secara umum dan selama kehamilan :
• Sebaiknya bila anda merencanakan kehamilan maka konsultasikan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan test Toxoplasmosis sebelum kehamilan anda, tujuanya bila memang anda positif terinfeksi, maka dapat dilakukan pengobatan yang optimal sebelum memasuki kehamilan anda.
• Hindari makan makanan yang dimasak mentah atau setengah matang.
• Bersihkan dan cucilah dengan baik buah-buahan atau sayuran sebelum dimakan.
• Bersihkan tangan, alat-alat dapur ( seperti; papan atau alas untuk memotong) yang dipakai untuk mengelola daging mentah, hal ini untuk mencegah kontaminasi dengan makanan lainnya.
• Bila anda membersihkan sampah atau tempat sampah, jangan lupa menggunakan sarung tangan, dan cucilah tangan atau sebaiknya serahkan tugas ini kepada anggota keluarga lainnya, bila anda sedang hamil.
• Pakailah sarung tangan bila anda ingin mengerjakan pekerjaan kebun atau perkarangan anda, untuk menghindari kontak langsung dari kotoran hewan yang terinfeksi.
• Untuk anda yang memelihara kucing :
o Bersihkanlah kotoran kucing anda setiap hari dengan menggunakan sarung tangan dan cucilah tangan anda setiap selesai membersihkan.
o Cucilah tangan setiap selesai bermain dengan kucing anda
o Buanglah kotoran kucing dalam plastik ke tempat sampah, jangan menanam atau meletakanya di dekat kebun atau taman anda.
o Jangan memberi makan daging mentah untuk kucing anda.
o Periksakanlah ke dokter hewan bila anda melihat bahwa kucing anda terdapat tanda-tanda sakit.
DAFTAR PUSTAKA
1. http://cvi.asm.org/cgi/content/full/14/3/239 ,published ahead of print on 3 January 2007
2. http://ijmm.org/article.asp?isnn=0255-0857;year=2003;volume=21;issue=2;spage=76;aulast=Singh.
3. Llewellyn, Derek ; Jones. “Dasar-dasar Obstetri & Ginekologi”. Hipokrates. Jakarta. Hal 130. 2002.

Tidak ada komentar: